Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Materi IPS MI
Dosen Pengampu : Riki Ridwana S.Pd, M.Sc
Oleh
Aep Munawar 1415680812
Asih Solihah 1415680816
Inna Alfiani 1415680825
Ega Ernita Dewi 1415680816
A. PENGERTIAN PEMBELAJARAN IPS
Pembelajaran merupakan suatu istilah yang
memiliki pengertian yang sangat luas dalam dunia pendidikan. Pembelajaran
dapat didefinisikan sebagai suatu sistem atau sebagai suatu proses
membelajarkan peserta didik yang direncanakan atau didesain, dilaksanakan dan
dievaluasi secara sistematis agar peserta didik dapat mencapai tujuan
pembelajaran secara efektif dan efisien.
Pembelajaran
dipandang sebagai suatu sistem, berarti pembelajaran berarti sebuah komponen
yang teroganisir antara lain tujuan pembelajaran, materi pembalajan, strategi
dan model pembelajaran, media pembelajaran atau alat peraga, pengorganisasian
kelas, evaluasi pembelajaran, dan tindak lanjut pembelajaran.
Menurut
Hamalik Pembelajaran adalah suatu kombinasi
yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi (siswa dan guru), material (buku,
papan tulis, kapur dan alat belajar), fasilitas (ruang, kelas audio visual),
dan proses yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Proses
tindakan belajar pada dasarnya adalah bersifat internal, namun proses itu
dipengaruhi oleh factor-faktor eksternal. Misalnya, perhatian peserta didik
dalam pembelajaran dipengaruhi oleh rangsangan yang berasal dari luar.
Dalam
pembelajaran pendidik harus benar-benar mampu menarik perhatian peserta didik
untuk mencurahkan seluruh energinya sehingga dapat melakukan aktivitas belajar
secara optimal dan memperoleh hasil belajar seperti apa yang diharapkan.
.Pembelajaran
adalah seperangkat peristiwa (events) yang mempengaruhi peserta didik sedemikian
rupa sehingga peserta didik itu memperoleh kemudahan dalam berinteraksi
berikutnya dengan lingkungan (Briggs,1992)
Sedangkan IPS adalah suatu bahan
kajian terpadu yang merupakan penyederhanaan, adaptasi, seleksi dan modifikasi
diorganisasikan dari konsep-konsep keterampilan-keterampilan Sejarah, Geografi,
Sosiologi, Antropologi, dan Ekonomi (Puskur, 2001: 9). Fakih Samlawi &
Bunyamin Maftuh (1999: 1) menyatakan bahwa IPS merupakan Mata Pelajaran yang
memadukan konsep-konsep dasar dari berbagai ilmu sosial disusun melalui
pendidikan dan psikologis serta kelayakan dan kebermaknaannya bagi siswa dan
kehidupannya.
IPS merupakan nama salah satu mata
pelajaran di tingkat Sekolah Dasar. Istilah IPS di Sekolah Dasar merupakan nama
mata pelajaran yang berdiri sendiri sebagai integrasi dari sejumlah konsep
disiplin ilmu sosial, humaniora, sains bahkan berbagai isu dan masalah sosial
kehidupan. Materi IPS untuk jenjang Sekolah Dasar tidak terlihat aspek disiplin
ilmu karena yang lebih dipentingkan adalah dimensi pedagogic dan psikologis
serta karakteristik kemampuan berpikir peserta didik yang bersifat holistic.
Dari beberapa uraian diatas dapat kita
ketahui bahwa pembelajaran IPS adalah suatu sistem pendidikan yang terdiri dari
berbagai faktor yang menyusun, antara lain peserta didik, pendidik, media
belajar, fasilitas belajar dan juga sumber belajar yang bertujuan membuat
peserta didik menguasai dan memahami berbagai integrasi berbagai disiplin ilmu social. Seperti ekonomi, sejarah, sosial,
geografi dan lain-lain. Selain ilmu sosial juga ilmu humaniora, sains bahkan
berbagai isu dan masalah sosial kehidupan. Sehingga
pembelajaran IPS di MI lebih mengutamakan mendidik peserta didik menjadi
seseorang yang mampu menempatkan diri dalam situasi yang membuatnya mampu melakukan
konstruksi-konstruksi pemikirannya dalam situasi wajar, alami, dan mampu
mengekpresikan dirinya secara tepat apa yang mereka rasakan dan mampu
melaksanakannya sesuai tingkat dan lingkungan dimana peserta didik tersebut
berada.
B. PRINSIP-PRINSIP
DASAR PEMBELAJARAN IPS DI MI
Prinsip adalah suatu pernyataan fundamental
atau kebenaran umum maupun individual
yang dijadikan oleh seseorang/kelompok sebagai sebuah pedoman untuk
berpikir atau bertindak. Sebuah
prinsip merupakan roh dari sebuah perkembangan ataupun perubahan, dan merupakan
akumulasi dari pengalaman ataupun pemaknaan oleh sebuah obyek atau subyek
tertentu. Sehingga
sebagai pendidik kita harus mengetahui pedoman-pedoman dasar yang menuntun atau
menunjukan kita kepada tujuan sebuah pembelajaran. Begitu pula pembelajaran IPS
di MI, sebagai sebuah system yang memiliki sebuah tujuan yang ingin dicapai
pembelajaran IPS di MI juga memiliki pedoman dasar yang harus dipahami oleh
pendidik agar peserta
didik yang menerima pembelajaran tersebut mampu memahami dan mengaplikasikan
pengetahuan yang dimiliki sesuai dengan maksud dan tujuan pembelajaran tersebut
dibuat.
Prinsip-prinsip atau pedoman dasar pembelajaran IPS di MI sebagaimana yang terdapat pada buku lapis PGMI antara lain Intregrated (terpadu), Interaksi, Kesinambungan dan perubahan, Kooperatif, Kontekstual, Problem solving, Inkuiri, Keterampilan sosial.
Prinsip-prinsip atau pedoman dasar pembelajaran IPS di MI sebagaimana yang terdapat pada buku lapis PGMI antara lain Intregrated (terpadu), Interaksi, Kesinambungan dan perubahan, Kooperatif, Kontekstual, Problem solving, Inkuiri, Keterampilan sosial.
1.
Intregrated
(terpadu)
Intregrated istilah ini
mirip dengan istilah integrasi atau keterpaduan, dalam KBBI intregasi (n)
adalah pembaharuan hingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat. Dalam konteks
ini integrasi adalah satu kesatuan antar disiplin ilmu sosial yang saling
terkait, dengan demikian dalam penyampaian materi pembelajaran IPS dilaksanakan
dengan memadukan antar disiplin ilmu yang terkait. Sehingga pembelajaran IPS dapat dilakukan berdasarkan topik yang
terkait, misalnya kegiatan ekonomi penduduk dalam hal ini ditinjau dari
persebaran dan kondisi fisis-geografis yang tercakup dalam disiplin geografi.
2.
Interaksi
Interaksi dalam KBBI berarti hubungan, dan dalam konteks ini adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu,
individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok. Timbulnya interaksi
disebabkan oleh dorongan saling membutuhkan dalam memenuhi kebutuhan hidup
sehari-hari, baik itu kepuasan, ingin diperhatikan, dan ingin mendapat kasih
sayang.
Interaksi merupakan kegiatan yang menjadi kodrat
seumur hidup dari manusia sebagai makhluk sosial. Sejak lahir manusia sudah
memiliki naluri untuk berinteraksi dengan makhluk hidup lain. Dengan
bertambahnya umur dan juga bertambah luasnya pergaulan maka interaksi yang
terjadi semakin luas. Sehingga dalam konteks ini pembelajaran IPS menjadi dasar yang mendidik peserta didik agar memiliki pengetahuan
tentang bentuk interaksi secara umum dan juga medidik peserta didik agar mampu
dan terbiasa berinteraksi dengan sesama makhluk hidup lain. Karena manusia sebagai makhluk
sosial ingin hidup berkelompok dan kosekuensinya saling membutuhkan, saling
bekerjasama dalam melakukan pekerjaan, saling kerjasama dalam pemecahan masalah
sosial dan untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama. Lebih dari itu dalam bekerjasama dituntut
untuk saling kompromi atas keinginan pribadi demi kepentingan kelompok.
Sehingga dalam pembelajaran IPS pendidik diharapkan mampu menanamkan sifat
dasar ini melalui pembelajaran yang ada.
3.
Kesinambungan
dan Perubahan
Dalam kehidupan bermasyarakat manusia akan selalu
terikat dengan adat dan tradisi yang sudah ada dan diwariskan dari generasi
sebelumnya. Pewarisan ini akan berlangsung dari satu generasi ke generasi yang
selanjutnya. Sebagai contoh kesinambungan kehidupan itu terjadi karena lembaga
perkawinan.
Seperti halnya uraian diatas pembelajaran IPS juga
harus bersinambung karena pada dasarnya materi dan pemahaman peserta didik
harus sambung-menyambung, sehingga peserta didik lebih mudah dan cepat memahami
materi yang disampaikan. Sebagai contoh materi sejarah ketika tidak
berkesinambungan akan membuat peserta didik kebingungan memahami alur dan
hubungan sebab akibat peristiwa sejarah tertentu.
Selain harus bersinambung pembelajaran IPS juga harus
mengikuti perubahan. Hal ini karena manusia sebagai obyek utama pembelajaran
IPS terus mengalami perubahan sesuai dengan berjalanya waktu serta perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi. Tidak ada individu, kelompok atau masyarakat
yang berhenti berproses. Misalnya apabila kebudayaan suatu masyarakat berubah,
baik besar maupun kecil, maka masyarakat yang mempunyai kebudayaan tersebut juga akan mengalami perubahan sesuai
dengan perubahan yang terjadi. Perubahan sosial ini bisa terjadi karena politik, ekonomi, ataupun kemajuan teknologi dengan
skala yang berbeda-beda tiap masyarakat di daerah satu dengan daerah lainya.
Sehingga dalam mengajarkan IPS pendidik harus mengikuti dan melacak
perubahan-perubahan yang terjadi sehingga para peserta didik mampu mengambil
nilai-nilai yang terkandung.
4.
Kooperatif
Kooperatif (adj) dalam KBBI berarti bekerjasama atau
membantu. Dalam pembelajaran kita mengenal cooperative
learning yaitu system pembelajaran yang memberi kesempatan pada peserta didik untuk saling berinteraksi dan bekerja sama dengan
peserta didik lain. Dalam cooperative
learning ada struktur dorongan atau tugas yang bersifat kooperatif,
sehingga memungkinkan peserta didik untuk berinteraksi secara terbuka dan
hubungan yang bersifat interdependensi efektif diantara anggota kelompok.
Dalam pembelajaran IPS siswa dilatih memahami hubungan
sosial secara langsung dalam proses pembelajaran, dan pendidik dapat
menggunakan system/strategi cooperative
learning ini sebagai salah satu pembelajaran langsung dalam proses
pebelajaran.
Menurut sanjaya (2007) cooperative learning memiliki empat prinsip dasar sebagai berikut :
·
Prinsip
Ketergantungan Positif
Kerja kelompok adalah kerja tim, yaitu keberhasilan
dari tugas kelompok tersebut tergantug pada
keberhasilan semua individu dalam kelompok tersebut. Dan keberhasilan
tim tersebut tergantung sejauh mana anggota kelompok tersebut memahami dan
tanggung jawabnya terhadap tugas yang diberikan kepadanya. Oleh karena itu
setiap anggota tergantung dengan anggota yang lainya dan dari ketergntungan ini
keberhasilan kelompok ditentukan. Inilah yang disebut ketergantungan positif.
·
Tanggung
Jawab Perseorangan
Keberhasilan kelompok tergantung dari keberhasilan
setiap individu. Sehingga setiap anggota kelompok harus memiliki tanggung jawab
terhadap kewajiban yang diberikan kepadanya. Implikasinya dalam evaluasi guru
harus memberikan penilaian terhadap individu tidak hanya terhadap kelompok.
·
Interaksi
Tatap Muka
Implementasi cooperative
learning memberi ruang kepada setiap individu dalam
kelompok untuk saling memberikan informasi dan membelajarkan seluas-luasnya
dengan anggota lainya dalam kelompok. Interaksi tatap muka akan memberi
pengalaman yang berharga kepada setiap anggota kelompok untuk bekerjasama,
manghargai setiap perbedaan memanfaatkan kelebihan setiap anggota, dan mengisi
kekurangan masing-masing anggota.
·
Partisipasi
dan Komunikasi
Tujuan utama cooperative
learning adalah melatih setiap peserta didik untuk berpartisipasi aktif dan
berkomunikasi dengan baik. Dengan cooperative
learning diharapkan siswa mampu mengembangkan kemampuan dasar dalam
berkomunikasi seperti mengemukakan pendapat, bertanya, menjawab, menyatakan
setuju, dan menyanggah pernyataan temannya dengan santun dan tidak memojokan temannya.
5.
Kontekstual
Salah satu prinsip
dasar pembelajaran IPS adalah kontekstual yaitu dalam proses pembelajaran
peserta didik diarahkan untuk belajar tidak hanya dari materi yang bersumber
dari buku akan tetapi dari materi yang bersifat ada disekitar peserta didik
baik lingkup keluarga, teman sebaya, maupun lingkungan lain.
Dengan belajar dari segi lingkungan dan kehidupan
disekitar, peserta didik, diharapkan mampu menjadi peserta didik yang mandiri. Mendorong mereka belajar dari
sesama teman yang mempunyai latar belakang dan keadaan yang berbeda-beda dan
juga memahami lingkungan yang
berbeda-beda. Sehingga peserta didik dapat lebih memahami kedaan sosial di sekitar
mereka secara pasti (autentik), karena dalam pembelajaran kontekstual
ditekankan menggunakan penilaian autentik (authentic
assessment).
6.
Problem Solving
Selanjutnya
dalam pembelajaran IPS di MI peserta didik juga di didik supaya mampu
mengetahui, memahami, mencari solusi dalam masalah sosial yang terjadi pada
diri peserta didik beserta lingkungan disekitarnya. Karena dalam pembelajaran
berbasis masalah peserta didik dilibatkan meneliti informasi yang spesifik
untuk sampai pada kesimpulan yang belum ditetapkan sebelumnya.
Dalam pendekatan berbasis problem peserta diminta
untuk :
· Menarik pengetahuan dari satu wilayah
disiplin ilmu tertentu.
· Menggunakan pengetahuanya sendiri secara
tepat.
· Menerapkan pengetahuanini dalam serangkaian
tantangan
· Mereaksi secara tepat terhadapproblem yang
muncul.
· Mencapai solusi yang telah dipertimbangkan
dengan berdasar kepada alasan yang dibenarkan.
7.
Inkuiri
Inkuiri
merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menuntut peserta didik
untuk mencari dan menemukan sendiri sesuatu yang baru sebagai hasil belajar.
Pendekatan Inkuiri adalah
suatu perluasan proses-proses discovery yang digunakan dalam cara yang lebih
dewasa. Salah satu prinsip dalam pembelajaran IPS di MI ini bertujuan
merangsang kemampuan bertanya, menyelidiki, meneliti, untuk mengembangkan
berfikir kritis dan mengembangkan kemampuan berfikir peserta didik. Dalam
konteks ini pendidik diharapkan mampu mengembangkan pembelajaran IPS sebagai
proses pembelajaran yang mampu merangsang kemampuan bertanya, menyelidiki,
meneliti, untuk mengembangkan berfikir kritis dan mengembangkan kemampuan
berfikir peserta didik. Bertitik tolak pada persoalan-persoalan itu peserta
didik dirangsang kemampuan bertanya, menyelidiki, meneliti. Melalui cara ini peserta didik dirangsang berfikir kritis dan mengembangkan kemampuan berfikirnya.
Model ini mengajarkan peserta didik untuk bekerja di dalam
kelompoknya untuk menginvestigasi topik-topik yang kompleks. Maksudnya bahwa
kemampuan untuk mengikuti dan menyelesaikan tugas-tugas dalam kelompok adalah
penting baik dalam lingkungan kelas maupun luar kelas.
8.
Keterampilan
Sosial
Pendekatan keterampilan proses, bertujuan menumbuhkan
keterampilan yang berkaitan dengan suatu proses tertentu yang perlu dilatihkan. Menanamkan perilaku tertentu
biasanya perlu dilatih dan dibiasakan sehingga nanti akan muncul perilaku yang
diharapkan dalam bermasyarakat. Keterampilan proses bisa dimulai dari mencari
informasi sampai nanti bisa menginformasikannya. Sumber-sumber menumbuhkan
keterampilan proses dalam pembelajaran IPS antara lain peta, globe, gambar atau
foto, grafik, diagram dsb.
Dalam konteks pembelajaran IPS keterampilan yang harus
di ketahui dan dikuasai oleh peserta didik adalah keterampilan sosial yaitu
keterampilan-keterampilan bekerjasama, bergotong-royong, tolong menolong, dan
lain sebagainya. Jadi dalam pengertian ini keterampilan sosial adalah
keterampilan peserta didik dalam melakukan kegiatan-kegiatan makhluk sosial guna
memenuhi kebutuhan masyarakat.
C. KESIMPULAN
Pembelajaran IPS adalah suatu sistem
pendidikan yang terdiri dari berbagai faktor yang menyusun,antara lain peserta didik, pendidik, media belajar, fasilitas belajar dan
juga sumber belajar yang bertujuan membuat peserta didik menguasai dan memahami
berbagai integrasi berbagai disiplin ilmu social. Seperti
ekonomi, sejarah, sosial, geografi dan lain-lain. Selain ilmu sosial juga ilmu
humaniora, sains bahkan berbagai isu dan masalah sosial kehidupan
Prinsip-prinsip atau
pedoman dasar pembelajaran IPS di MI sebagaimana yang terdapat pada buku lapis
PGMI antara lain Intregrated (terpadu), Interaksi, Kesinambungan dan perubahan,
Kooperatif, Kontekstual, Problem solving, Inkuiri, Keterampilan sosial.
D. DAFTAR PUSTAKA
Purwana, Agung Eko dkk. 2009. Lapis PGMI Pembelajaran IPS di MI. Surabaya: AprintA
Aji, Maruto, Wahyu. 2015 online > melalui http://ahmadwahyumaruto.blogspot.co.id/2015/03/pembelajaran-ips.html
Purwana, Agung Eko dkk. 2009. Lapis PGMI Pembelajaran IPS di MI. Surabaya: AprintA
Aji, Maruto, Wahyu. 2015 online > melalui http://ahmadwahyumaruto.blogspot.co.id/2015/03/pembelajaran-ips.html
Sumber lain : melalui >
http://ishmacassi.blogspot.co.id/2013/03/pendekatan-pembelajaran-ips-di-sdmi.html
http://ishmacassi.blogspot.co.id/2013/03/pendekatan-pembelajaran-ips-di-sdmi.html

