Jumat, 12 Februari 2016

Prinsip-prinsip Dasar Pembelajaran IPS MI


Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Materi IPS MI

Dosen Pengampu : Riki Ridwana S.Pd, M.Sc






Oleh 

Aep Munawar        1415680812
Asih Solihah           1415680816
Inna Alfiani            1415680825
Ega Ernita Dewi    1415680816






 


A. PENGERTIAN PEMBELAJARAN IPS

Pembelajaran merupakan suatu istilah yang memiliki pengertian yang sangat luas dalam dunia pendidikan. Pembelajaran dapat didefinisikan sebagai suatu sistem atau sebagai suatu proses membelajarkan peserta didik yang direncanakan atau didesain, dilaksanakan dan dievaluasi secara sistematis agar peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
Pembelajaran dipandang sebagai suatu sistem, berarti pembelajaran berarti sebuah komponen yang teroganisir antara lain tujuan pembelajaran, materi pembalajan, strategi dan model pembelajaran, media pembelajaran atau alat peraga, pengorganisasian kelas, evaluasi pembelajaran, dan tindak lanjut pembelajaran.
Menurut Hamalik Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi (siswa dan guru), material (buku, papan tulis, kapur dan alat belajar), fasilitas (ruang, kelas audio visual), dan proses yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Proses tindakan belajar pada dasarnya adalah bersifat internal, namun proses itu dipengaruhi oleh factor-faktor eksternal. Misalnya, perhatian peserta didik dalam pembelajaran dipengaruhi oleh rangsangan yang berasal dari luar.
Dalam pembelajaran pendidik harus benar-benar mampu menarik perhatian peserta didik untuk mencurahkan seluruh energinya sehingga dapat melakukan aktivitas belajar secara optimal dan memperoleh hasil belajar seperti apa yang diharapkan.
.Pembelajaran adalah seperangkat peristiwa (events) yang mempengaruhi peserta didik sedemikian rupa sehingga peserta didik itu memperoleh kemudahan dalam berinteraksi berikutnya dengan lingkungan (Briggs,1992)
Sedangkan IPS adalah suatu bahan kajian terpadu yang merupakan penyederhanaan, adaptasi, seleksi dan modifikasi diorganisasikan dari konsep-konsep keterampilan-keterampilan Sejarah, Geografi, Sosiologi, Antropologi, dan Ekonomi (Puskur, 2001: 9). Fakih Samlawi & Bunyamin Maftuh (1999: 1) menyatakan bahwa IPS merupakan Mata Pelajaran yang memadukan konsep-konsep dasar dari berbagai ilmu sosial disusun melalui pendidikan dan psikologis serta kelayakan dan kebermaknaannya bagi siswa dan kehidupannya.
IPS merupakan nama salah satu mata pelajaran di tingkat Sekolah Dasar. Istilah IPS di Sekolah Dasar merupakan nama mata pelajaran yang berdiri sendiri sebagai integrasi dari sejumlah konsep disiplin ilmu sosial, humaniora, sains bahkan berbagai isu dan masalah sosial kehidupan. Materi IPS untuk jenjang Sekolah Dasar tidak terlihat aspek disiplin ilmu karena yang lebih dipentingkan adalah dimensi pedagogic dan psikologis serta karakteristik kemampuan berpikir peserta didik yang bersifat holistic.
Dari beberapa uraian diatas dapat kita ketahui bahwa pembelajaran IPS adalah suatu sistem pendidikan yang terdiri dari berbagai faktor yang menyusun, antara lain peserta didik, pendidik, media belajar, fasilitas belajar dan juga sumber belajar yang bertujuan membuat peserta didik menguasai dan memahami berbagai integrasi berbagai disiplin ilmu social. Seperti ekonomi, sejarah, sosial, geografi dan lain-lain. Selain ilmu sosial juga ilmu humaniora, sains bahkan berbagai isu dan masalah sosial kehidupan. Sehingga pembelajaran IPS di MI lebih mengutamakan mendidik peserta didik menjadi seseorang yang mampu menempatkan diri dalam situasi yang membuatnya mampu melakukan konstruksi-konstruksi pemikirannya dalam situasi wajar, alami, dan mampu mengekpresikan dirinya secara tepat apa yang mereka rasakan dan mampu melaksanakannya sesuai tingkat dan lingkungan dimana peserta didik tersebut berada.

B. PRINSIP-PRINSIP DASAR PEMBELAJARAN IPS DI MI

                Prinsip adalah suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang/kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. Sebuah prinsip merupakan roh dari sebuah perkembangan ataupun perubahan, dan merupakan akumulasi dari pengalaman ataupun pemaknaan oleh sebuah obyek atau subyek tertentu. Sehingga sebagai pendidik kita harus mengetahui pedoman-pedoman dasar yang menuntun atau menunjukan kita kepada tujuan sebuah pembelajaran. Begitu pula pembelajaran IPS di MI, sebagai sebuah system yang memiliki sebuah tujuan yang ingin dicapai pembelajaran IPS di MI juga memiliki pedoman dasar yang harus dipahami oleh pendidik agar peserta didik yang menerima pembelajaran tersebut mampu memahami dan mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki sesuai dengan maksud dan tujuan pembelajaran tersebut dibuat. 

                Prinsip-prinsip atau pedoman dasar pembelajaran IPS di MI sebagaimana yang terdapat pada buku lapis PGMI antara lain Intregrated (terpadu), Interaksi, Kesinambungan dan perubahan, Kooperatif, Kontekstual, Problem solving, Inkuiri, Keterampilan sosial.

1.                  Intregrated (terpadu)

     Intregrated istilah ini mirip dengan istilah integrasi atau keterpaduan, dalam KBBI intregasi (n) adalah pembaharuan hingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat. Dalam konteks ini integrasi adalah satu kesatuan antar disiplin ilmu sosial yang saling terkait, dengan demikian dalam penyampaian materi pembelajaran IPS dilaksanakan dengan memadukan antar disiplin ilmu yang terkait. Sehingga pembelajaran IPS dapat dilakukan berdasarkan topik yang terkait, misalnya kegiatan ekonomi penduduk dalam hal ini ditinjau dari persebaran dan kondisi fisis-geografis yang tercakup dalam disiplin geografi.

2.                  Interaksi

      Interaksi dalam KBBI berarti hubungan, dan dalam konteks ini adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok. Timbulnya interaksi disebabkan oleh dorongan saling membutuhkan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, baik itu kepuasan, ingin diperhatikan, dan ingin mendapat kasih sayang.
     Interaksi merupakan kegiatan yang menjadi kodrat seumur hidup dari manusia sebagai makhluk sosial. Sejak lahir manusia sudah memiliki naluri untuk berinteraksi dengan makhluk hidup lain. Dengan bertambahnya umur dan juga bertambah luasnya pergaulan maka interaksi yang terjadi semakin luas. Sehingga dalam konteks ini pembelajaran IPS menjadi dasar yang mendidik peserta didik agar memiliki pengetahuan tentang bentuk interaksi secara umum dan juga medidik peserta didik agar mampu dan terbiasa berinteraksi dengan sesama makhluk hidup lain. Karena manusia sebagai makhluk sosial ingin hidup berkelompok dan kosekuensinya saling membutuhkan, saling bekerjasama dalam melakukan pekerjaan, saling kerjasama dalam pemecahan masalah sosial dan untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama. Lebih dari itu dalam bekerjasama dituntut untuk saling kompromi atas keinginan pribadi demi kepentingan kelompok. Sehingga dalam pembelajaran IPS pendidik diharapkan mampu menanamkan sifat dasar ini melalui pembelajaran yang ada.

3.                  Kesinambungan dan Perubahan

       Dalam kehidupan bermasyarakat manusia akan selalu terikat dengan adat dan tradisi yang sudah ada dan diwariskan dari generasi sebelumnya. Pewarisan ini akan berlangsung dari satu generasi ke generasi yang selanjutnya. Sebagai contoh kesinambungan kehidupan itu terjadi karena lembaga perkawinan.
    Seperti halnya uraian diatas pembelajaran IPS juga harus bersinambung karena pada dasarnya materi dan pemahaman peserta didik harus sambung-menyambung, sehingga peserta didik lebih mudah dan cepat memahami materi yang disampaikan. Sebagai contoh materi sejarah ketika tidak berkesinambungan akan membuat peserta didik kebingungan memahami alur dan hubungan sebab akibat peristiwa sejarah tertentu.
     Selain harus bersinambung pembelajaran IPS juga harus mengikuti perubahan. Hal ini karena manusia sebagai obyek utama pembelajaran IPS terus mengalami perubahan sesuai dengan berjalanya waktu serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tidak ada individu, kelompok atau masyarakat yang berhenti berproses. Misalnya apabila kebudayaan suatu masyarakat berubah, baik besar maupun kecil, maka masyarakat yang mempunyai kebudayaan tersebut juga akan mengalami perubahan sesuai dengan perubahan yang terjadi. Perubahan sosial ini bisa terjadi karena politik, ekonomi, ataupun kemajuan teknologi dengan skala yang berbeda-beda tiap masyarakat di daerah satu dengan daerah lainya. Sehingga dalam mengajarkan IPS pendidik harus mengikuti dan melacak perubahan-perubahan yang terjadi sehingga para peserta didik mampu mengambil nilai-nilai yang terkandung.

4.                  Kooperatif

     Kooperatif (adj) dalam KBBI berarti bekerjasama atau membantu. Dalam pembelajaran kita mengenal cooperative learning yaitu system pembelajaran yang memberi kesempatan pada peserta didik untuk saling berinteraksi dan bekerja sama dengan peserta didik lain. Dalam cooperative learning ada struktur dorongan atau tugas yang bersifat kooperatif, sehingga memungkinkan peserta didik untuk berinteraksi secara terbuka dan hubungan yang bersifat interdependensi efektif diantara anggota kelompok.
       Dalam pembelajaran IPS siswa dilatih memahami hubungan sosial secara langsung dalam proses pembelajaran, dan pendidik dapat menggunakan system/strategi cooperative learning ini sebagai salah satu pembelajaran langsung dalam proses pebelajaran.
                  Menurut sanjaya (2007) cooperative learning memiliki empat prinsip dasar sebagai berikut :

·            Prinsip Ketergantungan Positif

      Kerja kelompok adalah kerja tim, yaitu keberhasilan dari tugas kelompok tersebut tergantug pada  keberhasilan semua individu dalam kelompok tersebut. Dan keberhasilan tim tersebut tergantung sejauh mana anggota kelompok tersebut memahami dan tanggung jawabnya terhadap tugas yang diberikan kepadanya. Oleh karena itu setiap anggota tergantung dengan anggota yang lainya dan dari ketergntungan ini keberhasilan kelompok ditentukan. Inilah yang disebut ketergantungan positif.

·           Tanggung Jawab Perseorangan

   Keberhasilan kelompok tergantung dari keberhasilan setiap individu. Sehingga setiap anggota kelompok harus memiliki tanggung jawab terhadap kewajiban yang diberikan kepadanya. Implikasinya dalam evaluasi guru harus memberikan penilaian terhadap individu tidak hanya terhadap kelompok.

·            Interaksi Tatap Muka

      Implementasi cooperative learning memberi ruang kepada setiap individu dalam kelompok untuk saling memberikan informasi dan membelajarkan seluas-luasnya dengan anggota lainya dalam kelompok. Interaksi tatap muka akan memberi pengalaman yang berharga kepada setiap anggota kelompok untuk bekerjasama, manghargai setiap perbedaan memanfaatkan kelebihan setiap anggota, dan mengisi kekurangan masing-masing anggota.

·            Partisipasi dan Komunikasi

     Tujuan utama cooperative learning adalah melatih setiap peserta didik untuk berpartisipasi aktif dan berkomunikasi dengan baik. Dengan cooperative learning diharapkan siswa mampu mengembangkan kemampuan dasar dalam berkomunikasi seperti mengemukakan pendapat, bertanya, menjawab, menyatakan setuju, dan menyanggah pernyataan temannya dengan santun dan tidak memojokan temannya.

5.                  Kontekstual

    Salah satu prinsip dasar pembelajaran IPS adalah kontekstual yaitu dalam proses pembelajaran peserta didik diarahkan untuk belajar tidak hanya dari materi yang bersumber dari buku akan tetapi dari materi yang bersifat ada disekitar peserta didik baik lingkup keluarga, teman sebaya, maupun lingkungan lain.
     Dengan belajar dari segi lingkungan dan kehidupan disekitar, peserta didik, diharapkan mampu menjadi peserta didik yang mandiri. Mendorong mereka belajar dari sesama teman yang mempunyai latar belakang dan keadaan yang berbeda-beda dan juga  memahami lingkungan yang berbeda-beda. Sehingga peserta didik dapat lebih memahami kedaan sosial di sekitar mereka secara pasti (autentik), karena dalam pembelajaran kontekstual ditekankan menggunakan penilaian autentik (authentic assessment).
 
6.                  Problem Solving

     Selanjutnya dalam pembelajaran IPS di MI peserta didik juga di didik supaya mampu mengetahui, memahami, mencari solusi dalam masalah sosial yang terjadi pada diri peserta didik beserta lingkungan disekitarnya. Karena dalam pembelajaran berbasis masalah peserta didik dilibatkan meneliti informasi yang spesifik untuk sampai pada kesimpulan yang belum ditetapkan sebelumnya.
                    Dalam pendekatan berbasis problem peserta diminta untuk :
·       Menarik pengetahuan dari satu wilayah disiplin ilmu tertentu.
·       Menggunakan pengetahuanya sendiri secara tepat.
·       Menerapkan pengetahuanini dalam serangkaian tantangan
·       Mereaksi secara tepat terhadapproblem yang muncul.
·       Mencapai solusi yang telah dipertimbangkan dengan berdasar kepada alasan yang dibenarkan.

7.                  Inkuiri

    Inkuiri  merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menuntut peserta didik untuk mencari dan menemukan sendiri sesuatu yang baru sebagai hasil belajar.
      Pendekatan Inkuiri adalah suatu perluasan proses-proses discovery yang digunakan dalam cara yang lebih dewasa. Salah satu prinsip dalam pembelajaran IPS di MI ini bertujuan merangsang kemampuan bertanya, menyelidiki, meneliti, untuk mengembangkan berfikir kritis dan mengembangkan kemampuan berfikir peserta didik. Dalam konteks ini pendidik diharapkan mampu mengembangkan pembelajaran IPS sebagai proses pembelajaran yang mampu merangsang kemampuan bertanya, menyelidiki, meneliti, untuk mengembangkan berfikir kritis dan mengembangkan kemampuan berfikir peserta didik. Bertitik tolak pada persoalan-persoalan itu peserta didik dirangsang kemampuan bertanya, menyelidiki, meneliti. Melalui cara ini peserta didik dirangsang berfikir kritis dan mengembangkan kemampuan berfikirnya.
   Model ini mengajarkan peserta didik untuk bekerja di dalam kelompoknya untuk menginvestigasi topik-topik yang kompleks. Maksudnya bahwa kemampuan untuk mengikuti dan menyelesaikan tugas-tugas dalam kelompok adalah penting baik dalam lingkungan kelas maupun luar kelas.

8.                  Keterampilan Sosial

     Pendekatan keterampilan proses, bertujuan menumbuhkan keterampilan yang berkaitan dengan suatu proses tertentu yang perlu dilatihkan. Menanamkan perilaku tertentu biasanya perlu dilatih dan dibiasakan sehingga nanti akan muncul perilaku yang diharapkan dalam bermasyarakat. Keterampilan proses bisa dimulai dari mencari informasi sampai nanti bisa menginformasikannya. Sumber-sumber menumbuhkan keterampilan proses dalam pembelajaran IPS antara lain peta, globe, gambar atau foto, grafik, diagram dsb.
     Dalam konteks pembelajaran IPS keterampilan yang harus di ketahui dan dikuasai oleh peserta didik adalah keterampilan sosial yaitu keterampilan-keterampilan bekerjasama, bergotong-royong, tolong menolong, dan lain sebagainya. Jadi dalam pengertian ini keterampilan sosial adalah keterampilan peserta didik dalam melakukan kegiatan-kegiatan makhluk sosial guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

C. KESIMPULAN

   Pembelajaran IPS adalah suatu sistem pendidikan yang terdiri dari berbagai faktor yang menyusun,antara lain peserta didik, pendidik, media belajar, fasilitas belajar dan juga sumber belajar yang bertujuan membuat peserta didik menguasai dan memahami berbagai integrasi berbagai disiplin ilmu social. Seperti ekonomi, sejarah, sosial, geografi dan lain-lain. Selain ilmu sosial juga ilmu humaniora, sains bahkan berbagai isu dan masalah sosial kehidupan
      Prinsip-prinsip atau pedoman dasar pembelajaran IPS di MI sebagaimana yang terdapat pada      buku lapis PGMI antara lain Intregrated (terpadu), Interaksi, Kesinambungan dan perubahan, Kooperatif, Kontekstual, Problem solving, Inkuiri, Keterampilan sosial.

D. DAFTAR PUSTAKA

 Purwana, Agung Eko dkk. 2009. Lapis PGMI Pembelajaran IPS di MI. Surabaya: AprintA
Aji, Maruto, Wahyu. 2015 online > melalui  http://ahmadwahyumaruto.blogspot.co.id/2015/03/pembelajaran-ips.html
Sumber lain : melalui >
 http://ishmacassi.blogspot.co.id/2013/03/pendekatan-pembelajaran-ips-di-sdmi.html 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar